CAKR5JJC77UFDAKT4IFG
 
  • Lce Medan

WAWANCARA KERJA

Updated: Sep 29, 2020

MENJAWAB PERTANYAAN TENTANG GAJI

Mereka yang mengambil kelas Soft Skill di LCE, banyak yang bertanya tentang berapa besar gaji yang wajar diajukan seorang pencari kerja saat wawancara kerja. Sebagian besar alumni baru memang mengalami kebingungan dalam menjawab pertanyaan mengenai jumlah gaji yang diharapkan. Untuk bisa menjawab pertanyaan tentang gaji ini dengan baik, maka ada banyak hal yang harus Anda pahami.

Beginilah bentuk pertanyaan yang akan Anda hadapi saat interview kerja:

“Berapa gaji yang Anda inginkan”?

Satu kali, ada orang yang baru lulus universitas meminta gaji 6-8 juta pada saat interview kerja di sebuah perusahaan sawit.

Ada juga yang mengatakan saya terima saja berapa yang diberikan perusahaan.

Yang lain menjawab yang penting sesuai dengan UMR, Pak.

Ada juga yang berkata, saya percaya kepada kebijakan perusahaan.


Bagi para alumni baru, memang wajar kalau Anda tidak terlalu paham cara menjawab pertanyaan ini. Tetapi bukan berarti Anda tidak bisa belajar dan mencari tahu dari orang-orang yang sudah bekerja dan belajar dari sumber yang bisa dipercaya.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam menjawab pertanyaan tentang jumlah gaji dalam wawancara kerja. Pastikan Anda memahami hal-hal berikut ini!

1. Setiap perusahaan memiliki Standar Gaji yang bisa Anda cari tahu dari karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut. Artinya, Anda hanya perlu menyesuaikan budget Anda dengan standar perusahaan. Sebaiknya, jangan memasukkan lamaran ke perusahaan yang Anda tahu tidak memiliki standar gaji yang sesuai dengan harapan Anda! Pastikan Anda sudah melakukan riset kecil-kecilan mengenai gaji, sebelum Anda memasukkan lamaran Anda.


2. Ada undang-undang yang mengatur tentang penggajian termasuk di dalamnya penetapan UMK (upah minimum kota) dan UMR (upah minimum regional) di setiap daerah yang selalu berubah setiap tahun. Setiap pekerja wajib tahu peraturan mengenai penggajian dan khususnya standard UMK dan UMR di daerah tinggalnya, supaya dia bisa mendapatkan hak minimal sebagai karyawan. UMK atau UMR selalu berubah setiap tahun dan pemerintah mengharapkan perusahaan untuk menaati standar gaji berdasarkan UMK dan UMR yang sudah ditetapkan pemerintah daerah. Lihat link tentang ketenagakerjaan di sini: https://www.kemenperin.go.id/kompetensi/UU_13_2003.pdf


3. Bandingkan jumlah gaji di posisi yang Anda lamar pada perusahaan yang berbeda. Dengan mengetahui gaji yang diberikan perusahaan yang lain di posisi yang sama seperti yang Anda lamar, Anda akan mempunyai gambaran bagaimana menjawab pertanyaan mengenai gaji. Biasanya, gaji di satu daerah memiliki kemiripan antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Kalaupun ada perbedaan, itu dikarenakan oleh jumlah jam kerja, lembur dan besarnya beban kerja dan tanggung jawab karyawan.


4. Hitunglah berapa gaji yang sesuai dengan keahlian dan pengalaman Anda! Hal ini juga penting Anda lakukan, supaya Anda tahu pekerjaan apa saja yang akan Anda lamar. Dalam banyak kesempatan, saya menemukan alumni baru tidak melakukan riset terlebih dahulu sebelum mengirimkan lamaran, mereka kaget ketika menghadapi interview. Mereka kaget saat tahu bahwa gaji yang diberikan jauh di bawah harapan mereka. Jadi, ada baiknya lakukan riset kecil dahulu sebelum memasukkan lamaran, atau sebelum mengikuti interview kerja.


5. Jangan menyerahkan keputusan mengenai gaji sepenuhnya kepada perusahaan, Anda boleh mengajukan harapan gaji yang masuk akal dari Anda. Kalau Anda menyerahkan keputusan mengenai gaji sepenuhnya kepada perusahaan, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gaji yang Anda inginkan. Kadang-kadang, kalau seseorang memiliki kualifikasi diri yang tinggi, perusahaan rela untuk membayar gaji lebih tinggi, karena mereka tahu bahwa karyawan tersebut akan membawa dampak positif dan keuntungan bagi perusahaan. Tentunya Anda tidak bisa menawar kalau nilai jual Anda tidak tinggi. Oleh karena itu, pastikanlah bahwa Anda memiliki keahlian yang dibutuhkan perusahaan. Baik itu soft skills maupun hard skill.


6. Jangan meminta gaji terlalu tinggi atau terlalu rendah, karena keduanya akan merugikan Anda sendiri. Gaji yang terlalu tinggi akan membuat perusahaan menolak mempekerjakan Anda karena alasan efisiensi, sedangkan gaji yang terlalu rendah akan membuat Anda mengalami kesulitan ekonomi karena tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup Anda secara layak.


7. Gaji adalah sesuatu yang sangat penting dalam bekerja tetapi bukan yang utama, khususnya bagi para alumni baru. Yang Anda butuhkan adalah pengalaman dan peningkatan keahlian supaya nilai tawar Anda lebih tinggi di masa depan. Jika pekerjaan tersebut membantu Anda untuk berkembang di masa depan, maka Anda sebaiknya bersedia menerima gaji yang sedikit lebih rendah dari yang Anda harapkan. Di masa depan, kalau kondisi perusahaan mampu untuk naik gaji Anda, maka perusahaan tersebut pasti akan menaikkan gaji Anda. Atau minimal Anda bisa mencari perusahaan baru yang bisa memberikan gaji lebih tinggi kalau Anda sudah memiliki pengalaman 2 tahun.

Kalau semua hal di atas sudah Anda siapkan dan pahami, maka Anda akan bisa menjawab pertanyaan tentang gaji dalam wawancara kerja dengan baik.

Ingat, dalam menghadapi wawancara kerja, perlu persiapan dan pengenalan yang baik akan perusahaan agar Anda bisa sukses dalam wawancara kerja!

Selamat mencoba!

Philip Galung, S.E.

64 views1 comment

Recent Posts

See All